13 Desember 2013

Nostalgia 2013 di Facebook

Jakarta, Bramseeing – Entah gue baru liat apa karena emang bener-bener baru. Tapi, fitur Year In Review di Facebook ternyata lucu juga. Intinya di sini kita bisa kembali melihat “jejak” hidup kita selama setahun ini.

12 Desember 2013

Sudah Jatuh Ketimpa Motor


Jakarta, Bramseeing – Kamis ini begitu cerah. Ceritanya gue semangat banget berangkat kantor, karena gak perlu becek-becekan, gak ada ojiek.. alah.. maksudnya gak perlu belok-belokan dan pake jas ujan.

Hari Ini Hidup Tanpa Smartphone


Jakarta, Bramseeing – Ealah, pas sampe stasiun baru sadar kalo dua pacar yang sering bareng gue ternyata ketinggalan di rumah. Hiks, si Xperia sama si HTC lupa dibawa. Terakhir gue liat mereka lagi asik di cos.. mmm maksudnya diisi ulang.

29 Mei 2009

Kikil Sapi Kutai Jaya, Enaknya Kaki Sampai Ke Kaki


Surabaya. Teman, Indonesia tuh memang surganya makanan. Bak ilmu pramuka yang mengambil falsafah pohon kelapa dan konon bisa dimanfaatkan dari ujung batang sampai ke ujung daun, makanan Indonesia pun bisa mengolah beragam macam hewan dari ujung kepala, sampai ke ujung kaki.

Sapi misalnya, di Surabaya sini saya sudah menemukan Bakso Kepala Sapi, Bakso Dengkul Sapi, Sate Klopo (sate sapi + kelapa), Steak, Rawon, Krengsengan, Sop Buntut, sampai Sop Kikil Sapi mengingatkan kita tentang betapa malangnya nasib si sapi yang bisa diolah tanpa bekas. Akh, khusus Sop Kikil Sapi adalah salah satu makanan favorit saya yang nggak bakal boleh terlewatkan.

Di Jakarta kikil sapi jamak diolah dengan ramuan santan - cabai dan menjadi ciri khas di beberapa restoran padang besar. Resiko makan-makanan yang satu ini tidak lain adalah meningkatnya kadar LDL alias kolesterol jahat di dalam darah. Nah, mumpung lagi di Surabaya saya berkesempatan mengecap kikil sapi yang diolah tanpa santan sama sekali. Ya, khusus di daeah Jawa Timur kikil umumnya diolah dengan ramuan yang lebih ringan. Beberapa bumbu khas dapur seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan jinten merupakan pembentuk rasa utama sop kikil Jawa Timuran.

Kebetulan malam ini saya harus mencari pengganjal perut seorang diri, berhubung teman senasib lagi bersua dengan teman-teman seperjuangannya dari Jakarta. Hasil lamunan selama 10 menit mengingatkan saya akan sebuah warung sederhana yang terletak di jalan Kutai, perbatasan Surabaya Selatan dan Pusat. Kebetulan pula ada rumah saudara dekat di jalan Jambi, tidak jauh dari jalan Kutai tadi. Akhirnya, berangkatlah saya bersama sang Shogun menyambangi warung kikil legendaris ini.

Berhubung ini adalah bulan keenam saya Berada di Surabaya, jalan-jalan seperti Kutai, Jambi, Adityawarman dan teman-temannya bukan lagi merupakan wilayah asing. Maklum, di daerah ini bercokol Surabaya Town Square (Sutos), salah satu tempat hang-out paling yahud di Surabaya. Jadi, seperti telah diduga, perburuan kikil Kutai kali ini tidak mengalami kendala sama sekali.

Setelah kuda besi diamankan di depan warung yang terletak persis di pinggir jalan Kutai ini, saya mulai melongok masuk untuk mencari "parkiran" bokong. Wah, senangnya, ternyata pelanggan malam ini hanya beberapa pasang mata saja, jadi saya bisa leluasa mencari "parkiran" yang sekaligus bisa merekam titik-titik menarik warung ini. "Sampeyan pesen opo mas?", teriak Pak Legiman sang pemilik warung. "Kikil setunggal pak, nganggo lontong" (Kikil satu pak, pakai lontong), jawab saya sok berbahasa Jawa. "Unju'anne opo mas?" (minumnya apa mas), "Jeruk anget wae lah", timpal saya lagi. Nggak lama, semangkuk sop kikil langkap dengan lontongnya tersedia di atas meja (aha.. berarti bahasa Jawa gw bener nih, yang dibawa bukan batu bata soalnya :D).

Dari aromanya, jelas tercium kalo sop kikil ini menggunakan ketumbar dan jinten sebagai salah dua bumbu rahasianya. Seruputan pertama pun digencarkan. Benar saja, warna kuah yang merah ini sama sekali tidak tarasa pedas. Malahan gurihnya bawang putih yang mulai menghipnotis saya untuk melakukan seruputan berikutnya. Tapi hal ini terpaksa ditunda. Pasalnya, potongan kikil yang berendam cantik di depan mata ternyata lebih mampu membangkitkan birahi untuk segera diayunkan ke dalam mulut. Wah, kikilnya ternyata tidak kalah yahud! Racikan bumbu sabagai kuah tadi ikut meresap sempurna ke dalam serat si kikil. Jadilah kecepatan makan saya bertambah kira-kira menjadi di atas 100 km/jam. Oh ya, jika suka pedas Anda bisa menambahkan sambel kacang atau bumbu lain seperti bawang daun, kecap manis, dan kecap asin untuk kesesuaian rasa. Pokoknya, apapun campurannya, sop kikil yang diolah dari kaki sapi ini nikmatnya bisa sampai ujung kaki kita.

Menariknya, lontong di warung pak Legiman ini tidak dibentuk gelondongan seperti layaknya lontong lain. Bentuknya lebih mirip piramida dengan ukuran yang sangat besar. Saran saya: jangan pernah memesan 1 porsi lontong utuh di warung ini. Kecuali Anda bermuka tebal dan memiliki perut karung yang bisa meregang elastis. Terimalah lontong potongan yang disajikan di piring, dan mintalah tambahan jika dirasa kurang.

Meskipun memiliki rasa yang nakal, kikil Kutai ini ternyata dibandrol dengan harga yang masuk akal. Untuk seporsi kikil sapi Anda hanya perlu merogoh 10 ribu rupiah dan tambahan 2 ribu rupiah jika memesan lontong. Untuk minuman jeruk spesialnya Pak Legiman membandrolnya dengan harga 3 ribu rupiah.(Brams)

Jam Operasional: 11.30 – 23.00 WIB

Skor (5 bintang = sempurna):
Rasa : * * *
Lokasi : * * * *
Harga : * * *
Pelayanan : * * * *


Lokasi:
Jl. Kutai
Surabaya
Jawa Timur
(Koordinat Bumi: lat:-7.292006, lon:112.7334541)

Peta:

View Wisata Kuliner in a larger map

03 Mei 2009

Bebek HT, Salah Cabang Bisa Berabe

Bebek HT SurabayaSurabaya. Kalo bicara makanan bertema “Bebek” di Surabaya kayaknya nggak bakalan ada habisnya. Misal boleh sedikit berhiperbola, di tiap jengkal tanah kota pahlawan ini kita pasti nemu entah dalam rupa warung kaki 5 sampai restoran bintang 5. Kalo gak kuat menahan iman, apalagi buat bebek mania, bisa-bisa menu makan pagi, siang, malam selama seminggu bisa berputar tidak jauh dari si moncong ceper.

Saya adalah salah satu korban tidak kuat iman tadi. Untungnya, rasa sakau untuk menyantap bebek Jawa Timuran ini tidak datang setiap hari. Buktinya setelah 3 hari yang lalu menyambangi sang Bebek Kayu Tangan, intuisi makanan ini langsung membisikkan bahwa ada satu warung bebek goreng yang patut dicoba, namanya Bebek HT. Nama Bebek HT sendiri saya dengan dari seorang teman kantor yang juga kuat dalam hal pelesir kuliner, namanya Mr. Bambang.

Konon bebek HT yang paling dahsyat hanya bisa ditemui di dareah Karang Empat Besar. Tapi karena keterbatasan pengetahuan akan jalan-jalan di Surabaya, saya hanya dapat menemukan Bebek HT di daerah Jemur Sari, tepatnya di belakang swalayan Superindo. Warungnya memang tidak seberapa besar hanya sepetak ruko lengkap dengan spanduk yang berbunyi: “Bebek HT, Cabang Asli” sebagai penyambut tamu. Hmmm, buat saya memang tidak cukup meyakinkan, apalagi saat itu hanya terlihat beberapa orang saja. Tapi bebek sudah di depan mata, niat baik pun harus dijalankan, makan!

Suasana warung bebek HT SurabayaBerbeda seperti Kayu Tangan, HT hanya menyediakan bebek goreng. Justru yang diragamkan oleh restoran ini adalah minumannya, salah satu yang menarik adalah the susu. “Oke mbak, pesan satu paha bebek dan teh susu dingin”, kata saya kepada mbak pelayan yang mukanya sudah kucel akibat menemani pelanggan dari pagi. Tidak seberapa lama bebek pesanan pun tiba, lengkap dengan lalapan ketimun dan daun kemangi.

Hmmm, ternyata rasa bebek di warung ini tidak seberapa istimewa. Justru sambelnya yang saya pikir semula hanya sambel manis biasa ternyata cukup dapat membuat kening ini berkeringat. Meskipun biasa, daging bebek HT ini tergolong empuk. Hanya dengan sendok, daging bebek sudah bisa dilepaskan dari tulang untuk kemudian disandingkan dengan sambal dan masuk ke rongga mulut. Teh susunya sendiri juga sudah bisa ditebak, mirip teh tarik Malaysia. Atau jika Anda belum perbah mencoba teh tarik cobalah campur satu sendok makan susu dengan 3 liter air, nah kira-kira seperti itu rasanya.

Saran saya kepada Anda yang memang mencari bebek HT, cobalah berkeliling di seputaran Karang Empat Besar. Lupakan cabang lain yang mengaku-ngaku cabang asli bebek HT. Jika sudah bertemu dengan cabang asli bebek HT, bolehlah berbagi informasi dengan mengisi kolom komentar di bawah blog ini. (Brams)

Tampak depan warung Bebek HT SurabayaJam Operasional: 09.00 – 22.00 WIB

Skor (5 bintang = sempurna):
Rasa : * * *
Lokasi : * * *
Harga : * * *
Pelayanan : * * * *




Lokasi:
Jl. Tenggilis Barat 2C
Surabaya
Jawa Timur
(Koordinat Bumi: lat: -7.320462, lon: 112.7494454)

Peta:

View Bebek HT in a larger map