03 Mei 2009

Bebek HT, Salah Cabang Bisa Berabe

Bebek HT SurabayaSurabaya. Kalo bicara makanan bertema “Bebek” di Surabaya kayaknya nggak bakalan ada habisnya. Misal boleh sedikit berhiperbola, di tiap jengkal tanah kota pahlawan ini kita pasti nemu entah dalam rupa warung kaki 5 sampai restoran bintang 5. Kalo gak kuat menahan iman, apalagi buat bebek mania, bisa-bisa menu makan pagi, siang, malam selama seminggu bisa berputar tidak jauh dari si moncong ceper.

Saya adalah salah satu korban tidak kuat iman tadi. Untungnya, rasa sakau untuk menyantap bebek Jawa Timuran ini tidak datang setiap hari. Buktinya setelah 3 hari yang lalu menyambangi sang Bebek Kayu Tangan, intuisi makanan ini langsung membisikkan bahwa ada satu warung bebek goreng yang patut dicoba, namanya Bebek HT. Nama Bebek HT sendiri saya dengan dari seorang teman kantor yang juga kuat dalam hal pelesir kuliner, namanya Mr. Bambang.

Konon bebek HT yang paling dahsyat hanya bisa ditemui di dareah Karang Empat Besar. Tapi karena keterbatasan pengetahuan akan jalan-jalan di Surabaya, saya hanya dapat menemukan Bebek HT di daerah Jemur Sari, tepatnya di belakang swalayan Superindo. Warungnya memang tidak seberapa besar hanya sepetak ruko lengkap dengan spanduk yang berbunyi: “Bebek HT, Cabang Asli” sebagai penyambut tamu. Hmmm, buat saya memang tidak cukup meyakinkan, apalagi saat itu hanya terlihat beberapa orang saja. Tapi bebek sudah di depan mata, niat baik pun harus dijalankan, makan!

Suasana warung bebek HT SurabayaBerbeda seperti Kayu Tangan, HT hanya menyediakan bebek goreng. Justru yang diragamkan oleh restoran ini adalah minumannya, salah satu yang menarik adalah the susu. “Oke mbak, pesan satu paha bebek dan teh susu dingin”, kata saya kepada mbak pelayan yang mukanya sudah kucel akibat menemani pelanggan dari pagi. Tidak seberapa lama bebek pesanan pun tiba, lengkap dengan lalapan ketimun dan daun kemangi.

Hmmm, ternyata rasa bebek di warung ini tidak seberapa istimewa. Justru sambelnya yang saya pikir semula hanya sambel manis biasa ternyata cukup dapat membuat kening ini berkeringat. Meskipun biasa, daging bebek HT ini tergolong empuk. Hanya dengan sendok, daging bebek sudah bisa dilepaskan dari tulang untuk kemudian disandingkan dengan sambal dan masuk ke rongga mulut. Teh susunya sendiri juga sudah bisa ditebak, mirip teh tarik Malaysia. Atau jika Anda belum perbah mencoba teh tarik cobalah campur satu sendok makan susu dengan 3 liter air, nah kira-kira seperti itu rasanya.

Saran saya kepada Anda yang memang mencari bebek HT, cobalah berkeliling di seputaran Karang Empat Besar. Lupakan cabang lain yang mengaku-ngaku cabang asli bebek HT. Jika sudah bertemu dengan cabang asli bebek HT, bolehlah berbagi informasi dengan mengisi kolom komentar di bawah blog ini. (Brams)

Tampak depan warung Bebek HT SurabayaJam Operasional: 09.00 – 22.00 WIB

Skor (5 bintang = sempurna):
Rasa : * * *
Lokasi : * * *
Harga : * * *
Pelayanan : * * * *




Lokasi:
Jl. Tenggilis Barat 2C
Surabaya
Jawa Timur
(Koordinat Bumi: lat: -7.320462, lon: 112.7494454)

Peta:

View Bebek HT in a larger map


4 komentar:

  1. Wuehh... seperti biasa...muwantab sekali review-nya bung Bramskii. Kalau boleh tahu, kira-kira bagaimana performa Bebek HT ini kalau di head-to-head dengan Bebek Goreng Yogi, di Jalan Panjang, Kebon Jeruk sini?? Kalau lebih maknyusss, I very very salut dah :D

    BalasHapus
  2. Hehehe .....
    bang Emmet, kalo dibandingin sama Yogi masih kalah lah. Secara Yogi punya banyak varian buat bebeknya. Termasuk head-to-head sama begor-nya.

    Tapi tenang, ada yang lebih hebat dari Yogi di Surabaya sini, salah satunya Kayu Tangan yang udah dibahas, dan satu lagi yang review-nya bakal segera rilis :D

    BalasHapus
  3. Emang yang ditenggilis tu sama persis ama yg karang empat besar, emg gurih, sy aja ud 2 thn mkn bebek ht siang mlm gk bosan2,, krn sy karyawan sana,, smpai skr. hehehe

    BalasHapus
  4. @abu bakrin heheh wah boleh dong mas dikirim2 bebeknya ke Jakarta.. kangen nih makan di sana lagi :D

    Thanks dah mampir mas :)

    BalasHapus