05 April 2009

Bebek Kayu Tangan: Cuma Buat Penggemar Bebek Sejati

bebek kayu tanganSurabaya. Di dunia ini ada 2 jenis unggas yang paling banyak diolah jadi makanan. Apalagi kalau bukan Ayam dan Bebek. Nggak percaya? Ayam misalnya. Orang londo sana pada bikin restoran khusus macam KFC, McD, Wendys, de el el yang menyediakan beragam olahan ayam dengan beragam rasa pula. Kalau melirik sedikit ke timur, maka kita akan menemukan bebek sebagai unggas lain yang diolah menjadi makanan. Di negeri tirai bambu, bebek bahkan disajikan khusus untuk raja dan keluarganya. Jadi, supaya kita menjadi sekelas raja, nggak ada salahnya kali ini kita membahas bebek toh :)

Di Jakarta yang namanya makanan dengan judul “Bebek” lagi naik daun. Tapi jika mau dicermati, sebagian besar hidangan bebek di Jakarta ternyata bukan khas betawi, melainkan “menyalin” dari daerah Jawa Timur terutama Surabaya. Nah, supaya asik, dan kebetulan juga saya lagi ada di Surabaya, laporan tentang bebek dikonsentrasikan ke kota pahlawan ini.

Sebagai artikel pembuka tentang bebek-bebek yahud di Surabaya, kita akan menuju ke arah perbatasan antara Surabaya Selatan dan Surabaya Timur, tepatnya di jalan Bratang Gede. Di sana ada satu rumah makan bebek yang cukup terkenal, namanya Bebek Kayu Tangan. Jangan pusing deh sama namanya yang unik itu, tapi pusingin cara dapetin parkir di warung yang terletak tepat di depan toko onderdil motor ini. Maklum, saat peak time, kita harus sedikit jeli melihat halaman rumah orang yang kosong buat diparkirin kendaraan hehehe....

warung bebek kayu tanganKesan pertama melihat rumah makan Bebek Kayu Tangan adalah: “tempat makan kuno”. Desain rumah makan ini berbeda dari rumah makan bebek lain yang sering saya hinggapi di Surabaya. Toh begitu, rumah makan yang satu ini memiliki tempat yang luas, dan siap menampung para penggila bebek. Bagian kasir pun tidak didandani selayaknya rumah makan gedongan. Tapi cukuplah untuk menarik dana dari hasil penjualan bebek-bebek yang dihargai 12.500 sampai 50.000 rupiah itu.

Baik, pesanan saya siang itu adalah bebek goreng muda, bagian paha, lengkap dengan nasi putih, lalapan, dan teh manis hangat sebagai pemusnah dahaga. Saat pesanan datang saya langsung mengerti mengapa banyak penggila bebek Surabaya yang mampir ke sini. Sebagai informasi, bebek di Surabaya kebanyakan mengandalkan bumbu bebek yang terdiri dari minyak bebek dan hasil gorengan lengkuas sebagai teman bersantap. Khusus Kayu Tangan, bumbu bebek berupa minyak tadi ditiadakan. Gantinya adalah bumbu kremesan yang bisa bikin pingsan saat kita mulai mengecap rasa manis plus gurihnya. Bagi yang kecanduan kremes macam saya ini, acungkan jari tangan kalau-kalau kremesan bebek di piring sudah ludes. Dengan senang hati sang pelayan akan membawakan tambahannya tanpa dipungut biaya.

Bebek dan kremesannya gak lengkap dimakan tanpa sambel merah yang bebas kita sendokkan ke piring. Tapi hati-hati, sepertinya disinilah "jebakannya" karena sambel goreng ini memiliki tingkat kepedasan yang lumayan tinggi, setidaknya menurut saya lho. Jadi buat Anda yang memiliki kekebalan tinggi terhadap sambal, silahkan habiskan isi cawan sambal di meja Anda :).

Jenis olahan bebek di rumah makan Kayu Tangan ada 2 yang utama, yaitu: bebek goreng dan bebek bakar. Anda yang suka dengan jeroan Bebek bisa juga memesannya sebagai teman pelengkap bersantap bebek. Nah, khusus yang datang dalam rombongan jumlah besar, coba pesan bebek utuh (1 ekor). Selain bisa lebih hemat, memesan bebek ukuran utuh berarti juga mendapatkan bagian lain yang sangat digilai pecinta bebek, seperti brutu atau leher.

Harga bebek di rumah makan Kayu Tangan agak lebih mahal dibanding penyedia bebek lain di Surabaya. Toh demikian, harga ini menurut saya masih sepadan dibayar mengingat rasa bebeknya belum pernah saya temukan di tempat lain. Untuk bebek utuh misalkan, Kayu Tangan membandrolnya dengan harga 50.000 rupiah. Sementara bebek potongan dihargai 12.500 saja. Oh ya, kabarnya Kayu Tangan juga membuka cabang di Jakarta. Tepatnya di daerah Matraman. Khusus yang satu ini akan saya sambangi selepas tugas berat di Surabaya ini. Sampai jumpa lagi di kandang bebek berikutnya. (Brams)

tampak depan warung bebek kayu tanganJam Operasional: 11.30 – 22.00 WIB

Skor (5 bintang = sempurna):
Rasa : * * * * *
Lokasi : * * *
Harga : * * *
Pelayanan : * * * *





Lokasi:
Jl. Bratang Gede No. 68
Surabaya
Jawa Timur
(Koordinat Bumi: lat: -7.2981518, lon: 112.7524334)

Peta:

View Wisata Kuliner Bebek in a larger map

Selengkapnya, klik di sini.